Customer Service

Jumat, 24 Desember 2010

Susu Kuda Liar Asli Tapi Palsu

Maraknya Produk Susu Kuda Liar dengan berbagai merek dan kemasan dipasaran menjadikan kebanyakan konsumen menjadi bingung, manakah produk susu kuda liar yang benar-benar asli?. Untuk mengetahui mana susu kuda liar yang benar benar asli, mari kita baca sambungan artikel yang saya ambil dari sebuah web ternama www.gizi.net yang di ambil dari Media Indonesia, Rabu, 7 November 2001 perhatikan tulisan berwarna biru:

Gizi.net - Pak Iwan, seorang pria berusia 45, merasa tertarik dengan iklan susu kuda liar di sejumlah stasiun radio siaran swasta yang gencar digembar-gemborkan memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk masalah seksual. Tapi, ia ragu. “Memangnya apa bedanya dengan susu sapi?”
Berdasarkan cerita konsumen kepada kami, penderita sakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker payudara, atau kanker rahim, dapat sembuh setelah meminum susu kuda Sumbawa,” demikian penjelasan M Ridwan, seorang agen susu kuda Sumbawa di Stasiun Radio P2SC Jakarta. Bahkan, tambahnya, pasangan yang belum dikaruniai keturunan setelah keduanya minum susu kuda Sumbawa si istri kemudian berhasil hamil.
Susu kuda Sumbawa adalah istilah baru pengganti sebutan ‘susu kuda liar’. Gara-gara nama itu sering dipertanyakan; yakni jika memang liar bagaimana sampai bisa diperah susunya?
Penggantian istilah itu konon juga merupakan saran dari pihak Departemen Kesehatan, dalam hal ini Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) untuk menghindari kerancuan.
Sebenarnya, jelas Ridwan, maksud dari kata ‘liar’ adalah karena kuda yang diperah susunya ini, mencari makan sendiri secara liar sepanjang siang hari, kendati malamnya dikandangkan.
Penggantian istilah itu juga didukung pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI, sebagaimana diutarakan Pridy Soekarto, dari Bidang Penelitian YLKI. “Penggantian label susu kuda liar menjadi susu kuda Sumbawa menunjukkan POM sudah merespons masukan dari masyarakat,” ujarnya.
Pada dasarnya, papar Ridwan lagi, susu kuda Sumbawa bermanfaat melancarkan peredaran darah, sehingga dapat mengobati penyakit dan mencegah timbulnya penyakit. Pihaknya, selaku agen, mengaku tidak pernah menjanjikan muluk-muluk bahwa dengan meminum susu kuda Sumbawa penyakit akan sembuh. “Saya hanya sarankan untuk mencoba, siapa tahu sembuh, karena sebetulnya susu kuda Sumbawa bukan obat melainkan minuman berkhasiat.”
Efek samping
Meski menurut cerita konsumen menimbulkan reaksi awal, namun susu ini pada dasarnya tidak menimbulkan efek samping, kecuali bagi mereka yang kondisi perutnya tidak dapat menerima susu. “Dapat dikatakan, 99% tidak ada keluhan dari masyarakat yang membeli,” tambah Ridwan
Reaksi awal misalnya pada penderita asma dan paru-paru, yakni dua hingga tiga jam setelah meminum susu kuda Sumbawa, dada terasa semakin sesak dan panas. “Namun tidak lama, karena segera akan mereda. Pada penderita kanker rahim malah terkadang terjadi pendarahan selama sehari. Sebetulnya keadaan ini adalah proses penyembuhan,” jelas Ridwan.
Jelas Ridwan lagi, susu kuda hasil fermentasilah yang lebih berkhasiat dibandingkan susu segarnya. Karena, tidak ditambahkan zat apa pun ke dalam susu, maka fermentasi terjadi alami akibat waktu yang dibutuhkan sejak dari peternakan di Sumbawa dibawa ke Sukabumi untuk diuji di laboratorium, dan dikemas sebelum dipasarkan.
Karena rasanya yang asam, Ridwan menganjurkan ditambahkan madu saat sebelum diminum, karena madu juga berfungsi sebagai obat. “Akan lebih baik lagi jika menggunakan madu Arab yang konon dapat mengobatai diabetes, dan manfaat lainnya. Selain itu, untuk menghindari iritasi pada lambung, bagi penderita sakit mag, 100 ml susu diminum dua kali sehari sesudah makan.”
Berapa harga per botolnya? Rp 100 ribu per liter, menurut Ridwan bukanlah harga yang terlalu mahal, mengingat pemerahan, pengiriman, dan proses sebelum dipasarkan cukup memakan biaya.
Tapi diakuinya, semakin populernya susu kuda Sumbawa atau susu kuda liar ini, memunculkan banyaknya praktik pemalsuan.
Sementara itu, Pridy Soekarto yang menangani bidang penelitian di YLKI menuturkan sejauh ini menurutnya belum ada klaim dari konsumen berkenaan dengan susu kuda Sumbawa. YLKI sendiri belum pernah melakukan penelitian terhadap produk ini.
YLKI, lanjutnya, hanya menangani health claim , karena itu harus jelas pengujian atas produk tersebut yakni dengan mendaftarkan ke Depkes/Badan POM berarti pemerintah menjamin bahwa produk tersebut aman. Sedangkan klaim bisa dipertanggung jawabkan hanya jika sudah ada uji dari Depkes sebagai regulator pemerintah. YLKI, lanjut Pridy, hanya dapat menganjurkan masyarakat untuk membaca label secara detail sebelum mengonsumsi apa pun.
Di lain pihak, peneliti utama pada Puslitbang Gizi Depkes RI Dr Hermana MSc APU mengungkapkan memang hingga kini belum ada penelitian secara khusus terhadap susu kuda Sumbawa.
Hermana juga dosen tamu Institut Pertanian Bogor ini menjelaskan belum adanya penelitian tentang susu kuda Sumbawa mengakibatkan belum diketahuinya persentase keberhasilan susu ini menyembuhkan penyakit seperti diiklankan.
Ironisnya, bahkan produsen sendiri pun tidak mempunyai data tentang hal yang sama.
Deteksi kasatmata, tambahnya, sebenarnya bisa saja dilakukan dengan terlebih dahulu mengenali warna dan rasa susu kuda Sumbawa yang asli. Biasanya, warnanya agak kuning dibanding susu sapi, lemaknya memisah. “Yang mencolok adalah perbedaan rasa, yakni hangat,” urainya.
Jika memang sudah banyak pengakuan konsumen yang dapat sembuh dari penyakit setelah mengonsumsi susu kuda Sumbawa seperti yang diungkapkan Ridwan tadi, Hermana menyarankan akan lebih menarik bila mempelajari ke belakang, bagaimana masyarakat Sumbawa yang mengonsumsi susu kuda sebagai minuman sehari-hari dibandingkan masyarakat di Jawa, misalnya. “Apakah umur orang Sumba lebih panjang? Atau mereka lebih sehat karena mengonsumsi susu kuda liar?” (EV/V-2)

MALAH LEBIH COCOK UNTUK BAYI!
Menurut peneliti utama pada Puslitbang Gizi Depkes RI Dr Hermana MSc APU, susu kuda, termasuk susu kuda Sumbawa, lebih cocok dikonsumsi bayi, karena komposisi kandungan gizinya sangat mendekati air susu ibu (ASI).
Dosen tamu di Institut Peranian Bogor ini menjelaskan kadar casein, laktosa, lemak, protein, dan mineral, serta komposisi asam lemaknya pun terdiri dari asam lemak rantai pendek yang mudah diserap.
“Sebenarnya, dilihat dari komposisinya, tidak ada keistimewaan susu kuda dibandingkan susu lain,” tambahnya. Tetapi, pada laporan FAO disebutkan susu kuda lebih cocok diberikan pada bayi dibandingkan susu sapi, karena kemiripan komposisi zat gizi susu kuda dengan ASI. Susu sapi segar, katanya, tidak cocok bagi bayi karena kandungan casein-nya tinggi, dan akan menggumpal di dalam perut bayi sehingga sulit dicerna.
Sedangkan proses fermentasi pada susu kuda liar, ujarnya, adalah mengubah laktosa menjadi asam. “Terjadi perubahan komponen menjadi asam lemak yang berfungsi melancarkan pencernaan. Proses fermentasi juga menghindari penggumpalan protein.”
Hermana mengingatkan untuk memperhatikan proses fermentasi karena bakteri pembusuk ada dimana-mana, misalnya dari tangan orang yang memeras atau dari puting susu kuda. Bakteri pembusuk ini menyebabkan susu yang pagi hari diperah, sore harinya sudah busuk. Karena itu produk fermentasi sebaiknya dipasteurisasi, atau diproses UHT (ultra high temperature). Pasteurisasi, tambahnya, juga berfungsi menghilangkan bakteri TBC. (EV/V-2)

Sumber : Media Indonesia, Rabu, 7 November 2001


Perhatikan Tulisan yang ditebalkan warna biru, 
1. Telah Terdaftar dan di uji di BPOM RI
2. Yang Paling baik adalah yang telah di fermentasi (biasanya akan berasa kecut/asam)
3. Penggunaanya sebaiknya dicampur dengan madu
4. warna agak kekuningan
5. disajikan hangat hangat kuku (pada aturan penyajiannya).
6. Saat diminum badan/tenggorokan terasa hangat.

Itulah  beberapa ciri Susu Kuda Liar yang benar benar asli. agar anda benar benar teliti dalam membeli. Ingat, susu kuda liar bukan obat, tetapi minuman yang berkhasiat. semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More